Sejarah Sastra
Sejarah sastra selain digambarkan secara umum juga terdapat penjelasan
mengenai beberapa sejarah sastra dalam tiap-tiap sub ilmu dari sastra itu
sendiri, contohnya puisi. Puisi yang kita kenal dalam bentuknya yang sekarang
tidak muncul denggan sendirinya. Ada berbagai proses dan tahapan yang
dilaluinya. Proses dan tahapan itu pada gilirannya menciptakan berbagai ragam
puisi.
Sebelum
kita kenal dalam bentuk tertulis seperti sekarang, puisi terlebih dahulu muncul
dalam bentuk lisan dan meru[akan bagian dari sastra lisan. Puisi dalam bentuk
tertulis terjadi setelah penemuan mesin cetak dan industrialisasi merasuk dalam
kehidupan masyarakat kita.
Pada
awalnya, seperti dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat tradisional,
seperti pada umumnya ciri sastra lisan, puisi sangat menyatu dengan kehidupan
masyarakat sehari-hari. Ia adalah bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
Puisi tumbuh dari masyarakat dan merupakan milik masyarakat. Hal ini berbeda
dengan puisi modern yang mengedepankan individu yang menciptakan puisi itu.
Kemudian
yang disebut sejarah sastra itu adalah ilmu
yang memperlihatkan perkembangan karya sastra dari waktu ke waktu. Sejarah
sastra bagian dari ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari tentang sastra
dengan berbagai permasalahannya. Di dalamnya tercakup teori sastra, sejarah
sastra dan kritik sastra, dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan.
Selanjutnya (Todorov; 1985: 61) mengatakan bahwa tugas
sejarah sastra adalah:
- meneliti keragaman setiap
kategori sastra.
- meneliti jenis karya sastra
baik secara diakronis, maupun secara sinkronis.
- menentukan kaidah keragaman
peralihan sastra dari satu masa ke masa berikutnya.
Sejarah Sastra Indonesia
Kepulauan Nusantara yang
terletak diantara benua Asia dan Australia dan diantara Samudra
Hindia/ Indonesia dengan Samudra Pasifik/ Lautan Teduh, dihuni oleh
beratus-ratus suku bangsa yang masing-masing mempunyai sejarah, kebudayaan, adat istiadat dan bahasa sendiri-sendiri.
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yaitu salah satu bahasa daerah
di Nusantara. Bahasa Melayu digunakan oleh masyarakat Melayu yang berada di
pantai timur pulau Sumatera.
Kerajaan Melayu yang berpusat didaerah Jambi, pada pertengahan abad ke-7 (689-692) dikuasai
oleh Sriwijaya yang beribu kota di daerah Palembang sekarang ini,-
- Kesusastraan Melayu
Klasik
Sastra Melayu Klasik tidak dapat digolongkan berdasarkan
jangka waktu tertentu karena hasil karyanya tidak memperlihatkan waktu. Semua
karya berupa milik bersama. Karena itu, penggolongan biasanya berdasarkan atas
: bentuk, isi, dan pengaruh asing.
a. Kesusastraan Rakyat (Kesusastraan Melayu Asli)
b. Pengaruh Hindu dalam Kesusastraan Melayu
c. Kesusastraan
Zaman Peralihan Hindu-Islam, dan pengaruh Islam
d. Kesusastraan Masa Peralihan
- Kesusastraan Indonesia
Modern
Lahirnya Kesusastraan Indonesia
Modern
Jika menggunakan analogi ¨Sastra ada setelah bahasa ada¨
maka kesusastraan Indonesia baru ada mulai tahun 1928. Karena nama ¨bahasa
Indonesia¨ secara politis baru ada setelah bahasa Melayu di diikrarkan sebagai
bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Namun menurut Ayip Rosidi dan A. Teeuw, Kesusastraan
Indonesia Modern ditandai dengan rasa kebangsaan pada karya sastra. Contohnya
seperti : Moh. Yamin, Sanusi Pane, Muh. Hatta yang mengumumkan sajak-sajak
mereka pada majalah Yong Sumatera sebelum tahun 1928.
a. Masa
Kebangkitan (1920-1945)
1). Periode 1920 (Angkatan Balai Pustaka)
2).
Periode 1933 (Angkatan Pujangga Baru)
3).
Periode 1942 (Angkatan 45)
b. Masa Perkembangan (1945 – sekarang)
1).
Periode 1945 (Angkatan 45 : 1942-1953)
2).
Periode 1950 (Angkatan 50 dimulai tahun 1953)
3).
Angkatan 66
4) Angkatan 70
Persamaan Sastra Lama dan Sastra Modern :
a. Karyanya
sama-sama dibentuk oleh unsur intrinsik
b. Menggunakan
bahasa/kata yang terpilih, diksi yang
tepat
c. Mempunyai
bahasa tuturan dan dialog(dalam prosa
dan drama)
d. Bertujuan
untuk dibaca/didengar orang lain agar mereka
mendapat hiburan dan/atau nasihat
e. Bentuknya
dapat berupa puisi, prosa, atau drama
Sastra Lama dihasilkan antara tahun 1870-1942, berkembang di daerah Sumatera. Contoh Sastra lama yaitu, Gurindam,Syair, Pepatah, Hikayat, Legenda, Seloka, Dongeng, Pantun, Mythe, Talibun, Mantra, Karmina, Fabel. Ciri-ciri Sastra Modern yaitu, bergaya aktif-romantis, tema dan bahasa dinamis, tema diambil dari kehidupan
sehari-hari, pengarang
diketahui dengan jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar