Jumat, 23 Desember 2016


Sejarah Sastra

            Sejarah sastra selain digambarkan secara umum juga terdapat penjelasan mengenai beberapa sejarah sastra dalam tiap-tiap sub ilmu dari sastra itu sendiri, contohnya puisi. Puisi yang kita kenal dalam bentuknya yang sekarang tidak muncul denggan sendirinya. Ada berbagai proses dan tahapan yang dilaluinya. Proses dan tahapan itu pada gilirannya menciptakan berbagai ragam puisi.
            Sebelum kita kenal dalam bentuk tertulis seperti sekarang, puisi terlebih dahulu muncul dalam bentuk lisan dan meru[akan bagian dari sastra lisan. Puisi dalam bentuk tertulis terjadi setelah penemuan mesin cetak dan industrialisasi merasuk dalam kehidupan masyarakat kita.
            Pada awalnya, seperti dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat tradisional, seperti pada umumnya ciri sastra lisan, puisi sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia adalah bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Puisi tumbuh dari masyarakat dan merupakan milik masyarakat. Hal ini berbeda dengan puisi modern yang mengedepankan individu yang menciptakan puisi itu.
            Kemudian yang disebut sejarah sastra itu adalah ilmu yang memperlihatkan perkembangan karya sastra dari waktu ke waktu. Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari tentang sastra dengan berbagai permasalahannya. Di dalamnya tercakup teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra, dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan.
Selanjutnya (Todorov; 1985: 61) mengatakan bahwa tugas sejarah sastra adalah:
  1. meneliti keragaman setiap kategori sastra.
  2. meneliti jenis karya sastra baik secara diakronis, maupun secara sinkronis.
  3. menentukan kaidah keragaman peralihan sastra dari satu masa ke masa berikutnya.

Sejarah Sastra Indonesia
Kepulauan Nusantara yang terletak diantara benua Asia dan Australia dan diantara Samudra Hindia/ Indonesia dengan Samudra Pasifik/ Lautan Teduh, dihuni oleh beratus-ratus suku bangsa yang masing-masing mempunyai sejarah, kebudayaan, adat istiadat dan bahasa sendiri-sendiri.
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yaitu salah satu bahasa daerah di Nusantara. Bahasa Melayu digunakan oleh masyarakat Melayu yang berada di pantai timur pulau Sumatera.
Kerajaan Melayu yang berpusat didaerah Jambi, pada pertengahan abad ke-7 (689-692) dikuasai oleh Sriwijaya yang beribu kota di daerah Palembang sekarang ini,-

  1. Kesusastraan Melayu Klasik
Sastra Melayu Klasik tidak dapat digolongkan berdasarkan jangka waktu tertentu karena hasil karyanya tidak memperlihatkan waktu. Semua karya berupa milik bersama. Karena itu, penggolongan biasanya berdasarkan atas : bentuk, isi, dan pengaruh asing.
a. Kesusastraan Rakyat (Kesusastraan Melayu Asli)
b. Pengaruh Hindu dalam Kesusastraan Melayu
c.   Kesusastraan Zaman Peralihan Hindu-Islam, dan pengaruh Islam
d. Kesusastraan Masa Peralihan

  1. Kesusastraan Indonesia Modern
Lahirnya Kesusastraan Indonesia Modern
Jika menggunakan analogi ¨Sastra ada setelah bahasa ada¨ maka kesusastraan Indonesia baru ada mulai tahun 1928. Karena nama ¨bahasa Indonesia¨ secara politis baru ada setelah bahasa Melayu di diikrarkan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Namun menurut Ayip Rosidi dan A. Teeuw, Kesusastraan Indonesia Modern ditandai dengan rasa kebangsaan pada karya sastra. Contohnya seperti : Moh. Yamin, Sanusi Pane, Muh. Hatta yang mengumumkan sajak-sajak mereka pada majalah Yong Sumatera sebelum tahun 1928.

a. Masa Kebangkitan (1920-1945)
1). Periode 1920 (Angkatan Balai Pustaka)
2). Periode 1933 (Angkatan Pujangga Baru)
3). Periode 1942 (Angkatan 45)

b. Masa Perkembangan (1945 – sekarang)
1). Periode 1945 (Angkatan 45 : 1942-1953)
2). Periode 1950 (Angkatan 50 dimulai tahun 1953)
3). Angkatan 66
4)  Angkatan 70

Persamaan Sastra Lama dan Sastra Modern :
a.    Karyanya sama-sama dibentuk oleh unsur intrinsik
b.    Menggunakan bahasa/kata yang terpilih, diksi yang tepat
c.    Mempunyai bahasa tuturan dan dialog(dalam prosa dan drama)
d.   Bertujuan untuk dibaca/didengar orang lain agar mereka mendapat hiburan dan/atau nasihat
e.       Bentuknya dapat berupa puisi, prosa, atau drama

Sastra Lama dihasilkan antara tahun 1870-1942, berkembang di daerah Sumatera. Contoh Sastra lama yaitu, Gurindam,Syair, Pepatah, Hikayat, Legenda, Seloka, Dongeng, Pantun, Mythe, Talibun, Mantra, Karmina, FabelCiri-ciri Sastra Modern yaitu, bergaya aktif-romantis, tema dan bahasa dinamis, tema diambil dari kehidupan sehari-hari, pengarang diketahui dengan jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar