MORFOLOGI : BERBAGAI JENIS FLEKSI
1.
Pengantar
Fleksi atau Morfologi Infleksional adalah proses morfemis
yang diterapkan pada kata sebagai unsur leksial yang sama, sedangkan Derivasi
atau Morfologi Derivasional adalah proses morfemis yang mengubah kata sebagai
unsur leksial tertentu menjadi unsur leksial yang lain. Seluruh Morfologi
Infleksional dihabiskan oleh apa yang disebut Konjugasi dan Deklinasi.
Konjungsi adalah Alternasi Infleksional pada verba, dan Deklinasi adalah
Alternasi Infleksional pada nomina dan pada kelas-kelas kata yang dapat disebut
Nominal, seperti Pronomina dan Ajektiva. Pronominal adalah dekat pada nomina
karena mengganti nomina. Ajektiva adalah dekat pada nomina oleh karena
menyesuaikan diri.
2.
Bahasa Pemarkah Induk dan Bahasa Pemarkah Bawahan
Bahasa yang berfleksi dapat dibedakan menjadi tiga jenis,
yaitu :
a. Bahasa Pemarkah Induk
b. Bahasa Pemarkah Bawahan
c. Bahasa Pemarkah Rangkap
Apakah pengertian Induk? (Tanyakan Pada Kelompok yang
membahas Bab 22)
3.
Paradigma Morfologis dan Paradigma Perifrastis
Pembahasan Paradigma dalam bentuk frasal juga perlu untuk
menjelaskan perbedaan-perbedaan diantara bahasa-bahasa didunia. Apakah
perbedaannya? Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting, dan pada Bab 17
akan dibahas secara lebih TERPERINCI.
4.
Afikasasi Berkonjungsi
Banyak bahasa membedakan bentuk Finit (mencakup afiks,
aspek, modus, diatesis, persona, jumlah dan jenis) dan bentuk Nonfinit
(mencakup infinitif, partisipia)
5.
Afiksasi Verbal : Kala
Kala menyangkut waktu atau saat. Terjadi atau dilakukannya
apa yang diartikan oleh verba. Banyak bahasa memiliki kala “kini” atau kala “persen”, kala “lampau”
atau kala “preterit” dan kala “futur”.
Ada pula bahasa yang membedakan kala preterit yang lama dan kala
preterit yang dekat atau preterit saja dan yang sebelum preterit, interior atau
interior perfekta. Ada juga yang membedakan preterit dan nonpreterit. Akhirnya,
ada kala futur anterior.
6.
Afiksasi Verbal : Aspek
Aspek menyangkut salah satu segi dari apa yang diartikan oleh verba,
yaitu : adanya (kegiatan dan kejadian). Segi “adanya” semata-mata
adalah aspek
statif, segi mulainya disebut inkoaktif. Dalam banyak bahasa, aspek-aspek verbal itu dimarkahi secara perifrastis.
7.
Afiksasi Verbal : Modus
Modus
adalah pengungkapan sikap penuturan terhadap apa yang dituturkannya. Secara
infleksional sikap itu nampak dalam modus verbal seperti “indikatif”,
“subjungtif”, “opotatif” atau “desideratif” dan juga banyak
sebagai”interogatif” dan “negatif” seperti halnya dengan kala dan aspek,
moduspun dapat berupa perifrastis.
8.
Afiksasi Verbal : Diatesis
Diatesis
adalah bentuk verbal transitif yang subjeknya sedemikian rupa sehingga dapat
atau tidak dapat berperan ajentif. Diatesis dibedakan sebagai aktif dan pasif, dan dalam bahasa tertentu juga
sebagai medial.
9.
Afiksasi Verbal : Persona, Jumlah dan Jenis
Banyak bahasa memarkahi verba untuk persona,
jumlah dan jenis sesuai dengan subjek, objek atau frasa nominal yang lain dalam
kalimat. Persona dibedakan sebagai pertama, kedua dan ketiga dan sering juga
menurut jumlah yaitu tunggal, jamak, dual, trial, dan paukal (jumlah yang hanya
beberapa saja).
Pemarkahan
verba untuk persona, jumlah dan jenis disebut persesuaian.
10.
Afiksasi Berdeklinasi : Pengantar
Afiksasi
paradigmatis tipe deklinasi adalah afiksasi menurut kasus. Kasus adalah bentuk
nomina dan pronomina (dan ajektif menurut persesuaian) menurut
ketergantungannya dari verba atau kategori lain yang menguasai nomina atau
pronominan itu.
11.
Deklinasi Pengafiks : Kasus
Contoh sederhana
dari kasus kita dapat pelajari dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa ini, promina
membedakan kasus “jenitif”, yaitu kasus untuk pemilik dari bentuk yang tidak
berkasus dan pronomina membedakan kasus “nominatif” (kasus fungsi subjek) dari
kasus akusatif, yaitu kasus sebagai objek atau sesudah preposisi.
Kasus
Nominatif,
Jenitif,
Akusatif,
Nomina
dan Pronomina
|
Kasus
|
Pronomina
|
Nomina
|
||||
|
Nominatif
|
I
|
He
|
She
|
We
|
They
|
Father
|
|
Jenitif
|
|
|
|
|
|
Father’s
|
|
Akusatif
|
Me
|
Him
|
Her
|
Us
|
Them
|
|
12.
Deklinasi Pengafiks : Jumlah
Konsep jumlah
meliputi tunggal dan jamak dalam banyak bahasa, dan diantaranya ada banyak yang
membentukkan jamak dengan penafiksan. Ada juga bahasa yang mempunyai jumlah
dual, trial, atau paukal (untuk jumlah tak terinci yang rendah). Dual dan trial
khususnya terdapat dalam sistem pronominal.
13.
Deklinasi Pengafiks : Jenis
Jenis berfungsi dalam banyak
bahasa sebagai maskulin dan feminin, dan bahasa tertentu juga disebut neutrum.
Perbedaan jenis untuk nomina bersifat derivasional, tidak paradigmatis dan
tidak berupa deklinasi, karena membedakan unsur-unsur leksial yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar