Jumat, 23 Desember 2016

MORFOLOGI : BERBAGAI JENIS FLEKSI


MORFOLOGI : BERBAGAI JENIS FLEKSI


1.        Pengantar
Fleksi atau Morfologi Infleksional adalah proses morfemis yang diterapkan pada kata sebagai unsur leksial yang sama, sedangkan Derivasi atau Morfologi Derivasional adalah proses morfemis yang mengubah kata sebagai unsur leksial tertentu menjadi unsur leksial yang lain. Seluruh Morfologi Infleksional dihabiskan oleh apa yang disebut Konjugasi dan Deklinasi. Konjungsi adalah Alternasi Infleksional pada verba, dan Deklinasi adalah Alternasi Infleksional pada nomina dan pada kelas-kelas kata yang dapat disebut Nominal, seperti Pronomina dan Ajektiva. Pronominal adalah dekat pada nomina karena mengganti nomina. Ajektiva adalah dekat pada nomina oleh karena menyesuaikan diri.

2.        Bahasa Pemarkah Induk dan Bahasa Pemarkah Bawahan
Bahasa yang berfleksi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
a.      Bahasa Pemarkah Induk
b.      Bahasa Pemarkah Bawahan
c.      Bahasa Pemarkah Rangkap
Apakah pengertian Induk? (Tanyakan Pada Kelompok yang membahas Bab 22)

3.        Paradigma Morfologis dan Paradigma Perifrastis
Pembahasan Paradigma dalam bentuk frasal juga perlu untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan diantara bahasa-bahasa didunia. Apakah perbedaannya? Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting, dan pada Bab 17 akan dibahas secara lebih TERPERINCI.

4.        Afikasasi Berkonjungsi
Banyak bahasa membedakan bentuk Finit (mencakup afiks, aspek, modus, diatesis, persona, jumlah dan jenis) dan bentuk Nonfinit (mencakup infinitif, partisipia)

5.        Afiksasi Verbal : Kala
Kala menyangkut waktu atau saat. Terjadi atau dilakukannya apa yang diartikan oleh verba. Banyak bahasa memiliki kala “kini” atau kala “persen”, kala “lampau” atau kala “preterit” dan kala “futur”.  Ada pula bahasa yang membedakan kala preterit yang lama dan kala preterit yang dekat atau preterit saja dan yang sebelum preterit, interior atau interior perfekta. Ada juga yang membedakan preterit dan nonpreterit. Akhirnya, ada kala futur anterior.

6.        Afiksasi Verbal : Aspek
      Aspek menyangkut salah satu segi dari apa yang diartikan oleh verba, yaitu : adanya (kegiatan dan kejadian). Segi “adanya” semata-mata adalah aspek statif, segi mulainya disebut inkoaktif. Dalam banyak bahasa, aspek-aspek verbal itu dimarkahi secara perifrastis.

7.        Afiksasi Verbal : Modus
Modus adalah pengungkapan sikap penuturan terhadap apa yang dituturkannya. Secara infleksional sikap itu nampak dalam modus verbal seperti “indikatif”, “subjungtif”, “opotatif” atau “desideratif” dan juga banyak sebagai”interogatif” dan “negatif” seperti halnya dengan kala dan aspek, moduspun dapat berupa perifrastis.

8.     Afiksasi Verbal : Diatesis
Diatesis adalah bentuk verbal transitif yang subjeknya sedemikian rupa sehingga dapat atau tidak dapat berperan ajentif. Diatesis dibedakan sebagai aktif  dan pasif, dan dalam bahasa tertentu juga sebagai medial.

9.        Afiksasi Verbal : Persona, Jumlah dan Jenis
Banyak bahasa memarkahi verba untuk persona, jumlah dan jenis sesuai dengan subjek, objek atau frasa nominal yang lain dalam kalimat. Persona dibedakan sebagai pertama, kedua dan ketiga dan sering juga menurut jumlah yaitu tunggal, jamak, dual, trial, dan paukal (jumlah yang hanya beberapa saja).
Pemarkahan verba untuk persona, jumlah dan jenis disebut persesuaian.

10.   Afiksasi Berdeklinasi : Pengantar
Afiksasi paradigmatis tipe deklinasi adalah afiksasi menurut kasus. Kasus adalah bentuk nomina dan pronomina (dan ajektif menurut persesuaian) menurut ketergantungannya dari verba atau kategori lain yang menguasai nomina atau pronominan itu.

11.   Deklinasi Pengafiks : Kasus
Contoh sederhana dari kasus kita dapat pelajari dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa ini, promina membedakan kasus “jenitif”, yaitu kasus untuk pemilik dari bentuk yang tidak berkasus dan pronomina membedakan kasus “nominatif” (kasus fungsi subjek) dari kasus akusatif, yaitu kasus sebagai objek atau sesudah preposisi.
Kasus Nominatif, Jenitif, Akusatif, Nomina dan Pronomina

Kasus
Pronomina
Nomina
Nominatif
I
He
She
We
They
Father
Jenitif





Father’s
Akusatif
Me
Him
Her
Us
Them







12.   Deklinasi Pengafiks : Jumlah
Konsep jumlah meliputi tunggal dan jamak dalam banyak bahasa, dan diantaranya ada banyak yang membentukkan jamak dengan penafiksan. Ada juga bahasa yang mempunyai jumlah dual, trial, atau paukal (untuk jumlah tak terinci yang rendah). Dual dan trial khususnya terdapat dalam sistem pronominal.

13.   Deklinasi Pengafiks : Jenis
Jenis berfungsi dalam banyak bahasa sebagai maskulin dan feminin, dan bahasa tertentu juga disebut neutrum. Perbedaan jenis untuk nomina bersifat derivasional, tidak paradigmatis dan tidak berupa deklinasi, karena membedakan unsur-unsur leksial yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar