Jumat, 23 Desember 2016

MORFOLOGI: AFIKSASI DAN KLITISASI

MORFOLOGI: AFIKSASI DAN KLITISASI


1.        Pengantar
Diantara proses-proses morfemis yang terpenting adalah Afiksasi, yaitu pengimbuhan Afiks. Empat macam Afiks, yaitu :
a.    Prefik    : diimbuhkan disebelah kiri dasar dalam proses yang disebut Prefiksasi.
b.    Sufiks    : diimbuhkan disebelah kanan dasar dalam proses yang di sebut Sufiksasi.
c.     Infiks    : diimbuhkan dengan penyisipan didalam dasar itu, dalam proses Infiksasi.
d.    Konfiks : diimbuhkan untuk sebagian disebelah kiri dasar dan sebagaian diseblah kanan 
                     dasar dalam proses Konfiksasi.
       Dua fungsi yang dimiliki oleh proses Afiksasi, yaitu :
1.      Fleksi, yaitu Afiksasi yang membentukkan alternan-alternan dari bentuk yang tetap merupakan kata atau unsur leksial yang sama.
2.      Derivasi, yaitu Afiksasi yang menurunkan kata atau unsur leksial yang lain dari unsur leksial tertentu.

2.        Contoh Afiksasi
Prefiks (men), mendapat dll. Perfiks (pen), penterjemah dll.
Sufiks (an), akhiran dll.

3.        Konfiks
Salah satu hal yang dapat menjadi masalah analisis kesulitan untuk membedakan konfiksasi dari pengimbuhan rangkap oleh prefiks dan sufiks pada bentuk dasar yang sama.

4.        Tipologi Prefiksasi dan Sufiksasi
Tipologi dalam Ilmu Linguistik berarti “Jenis” Bahasa atau Penelitian Tentang Ilmu Bahasa

5.        Komplikasi Diakronik Dalam Penelitian Morfologis
Bahasa Indonesia menunjukan Komplikasi Diakronik seperti ini, khususnya akibat pemungutan kata dari Bahasa Arab. Misalnya, Hakiki yang berasal dari Hakikat dan Ilahi yang berasal dari Allah.

6.        Teknik Deskripsi Morfologi
Teknik Deskripsi Morfologi ini dipergunakan untuk analisis teks. Para Linguistik mempergunakan Tiga Baris. Baris Pertama (memuat teks itu sendiri, yang tidak lain adalah data dan dinamai Baris Besar), Baris Kedua (memuat analisis morfem demi morfem, baris itu disebut Glos (terjemahan antar baris), dan Baris Ketiga (memuat terjemahan bebas).

7.        Paradigma, Fleksi dan Derivasi
Para Ahli Linguistik memakai istilah Paradigma untuk golongan konstruksi morfemis dengan dasar yang sama. Sebagian besar dari para Ahli Linguistik sebenarnya memakai istilah Paradigma hanya untuk dafter alternan-alternan didalam batas kata yang sama secara Fleksi.

8.        Klitika
Klitika termasuk morfem yang palng sulit  dalam analisis Gramatikal. Klitika biasanya adalah morfem yang pendek dan memuat arti yang tidak mudah dideskripsikan secara leksial.
Klitika dibedakan menjadi dua, yaitu Proklitika dan Enklitika.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar